Tidak Menemukan Jawaban Lainnya

Memikirkan tentang rasa kecewa, tentu bukan hanya kita yang pernah merasakannya, bahkan tentu bukan hanya kita yang merasa kecewa saat terlibat dalam suatu masalah bersama. Setiap masalah aku yakin sama seperti peperangan yang bukan hanya akan melukai secara fisik tetapi juga batin, yang akan melukai bukan hanya satu pihak tapi banyak pihak, semua pihak.

Rasa kecewa pasti selalu ada, karena manusia selalu memiliki harapan, perbedaan yang terjadi antara harapan dengan kenyataan tentu akan membawa yang namanya kekecewaan. Entah apa yang akan aku lakukan, saat ini berpikir tentang satu tindakan, yang aku sendiri merasa bahwa itu egois, bodoh, menghindar, entahlah, tapi saat ini hanya benar-benar bisa memikirkan hal semacam itu.

Satu hal yang aku pikirkan akan terjadi bila memang itu aku lakukan, entah benar atau tidak tapi sedikit banyak hal itu pasti akan membawa yang namanya rasa kecewa tanpa aku harapkan. Banyak, sangat banyak orang yang kita kenal, tidak mungkin semua yang orang lain harapkan bisa kita penuhi. Aku sadar ini bukan tentang tidak sempurna, tapi manusia itu berbeda-beda, sifat, jenis dan segala macamnya, kita tentu tidak bisa membawa kepuasan semua orang, pengharapan semua orang pada diri kita sendiri. Bahkan, sering kali aku juga kecewa kepada diri sendiri.

Aku bukan tidak berniat menyelesaikan masalah ini, tapi yang saat ini dapat aku pikirkan hanyalah menyelesaikannya dan pergi jauh entah untuk kembali lagi atau tidak, bodoh sungguh bodoh aku rasa, aku memang sangat ingin untuk menjauh dan pergi dari semua hal itu, tapi jujur dari hati terdalam masih ada bagian yang aku tak rela untuk melepaskannya. Bagaimanapun kenangan itu bukan aku maksudkan untuk aku buang, banyak hal yang berubah setelah semuanya berlalu, setelah semua yang aku jalani, aku tidak menyesalinya. Sungguh mengenal hal itu adalah suatu kebahagian terbesar dalam hidupku, mungkin tidak sepenuhnya menuntun arah kehidupanku, tapi sudah cukup menjadi pedoman yang sangat, sangat berarti.

Aku tidak mungkin melepaskannya, tidak mungkin melupakannya, tapi semua tindakan dan cara yang mungkin salah, membuat keadaan berubah menjadi tidak menyenangkan dan tidak nyaman saat harus berada dalam lingkungan yang seperti itu, aku hanya berpikir aku harus pergi hanya dapat menyimpulkan secara sepihak dan semudah itu. Entah apakah akan ada yang kecewa akan pilihan ini, apa kau akan kecewa?

Aku bukan pergi untuk lari, aku bukan pergi untuk tidak kembali, saat ini hal yang paling cocok aku rasakan untuk dilakukan adalah mengalihkan kegiatan di jam lain yang akan meminimalisasi kemungkinan untuk bertemu. Arghh terkadang kalau aku pikirkan lebih jauh lagi, kenapa jadi seperti ini? Bukan mencari kesalahan orang lain, bukan, bukan. Aku sedang memikirkan kenapa aku memilih untuk menghindari semuanya, kenapa? Aku sudah memutuskan untuk menyelesaikan semua yang sudah terlanjur terjadi, apapun itu mari kita selesaikan, lupakan. Tapi tidak untuk memulai segala sesuatunya kembali.

Oh, yaampun serasa macam anak muda galau yang gak punya kerjaan lain, karena hal-hal serperti masalah ini terasa bukan lagi masalah yang harusnya aku pikirkan, bukan lagi masalah utama dalam kehidupan yang harus menyita perhatian lebih.

Ada rasa bila memang ingin pergi, kenapa tidak pergi sekarang saja, hanya saja keadaan sepertinya akn bertambah keruh bila aku hanya menghindari untuk menghadapi semua ini, yah, jadi yang bisa aku pikirka adalah menyelesaikan apa yang sudah menjadi masalah, tapi menjauh agar tak ada lagi masalah selanjutnya. Hahahah, kalau dipikir-pikir lagi macam pengecut yang hilang, hello tapi tidak lah karena aku tidak berniat meninggalkan masalah ini.

Kesimpulan akhir yang bisa aku katakan lagi-lagi hanya semua sudah tidak terasa nyaman, bukan masalah baru. Hal semacam ini sudah berlangsung kalau dihitung-hitung sudah memasuki tahun ke dua. Yaampun, masalah yang sudah berlarut-larut. Oke, karena masalah ini tidak selalu datang, kadang prinsip kita bukan selalu tidak sama, hanya saja kebanyakan tidak sama.

Selalu muncul perasaan ingin pergi, dan perasaan tidak rela secara bersamaan. Saat ini hanya keputusan itu yang menurutku lebih baik untuk dilakukan. Entahlah, mungkin ini hanya emosi sesaat, emosi dimana tidak suka untuk berkumpul bersama untuk melakukan sesuatu yang remeh temeh bukan menganggap enteng atau rendah, hanya saja saat tekanan tugas dan beberapa kewajiban lain yang terpikirkan, tapi belu terselesaikan itu menumpuk aku rasa kumpul hanya untuk sekedar berbincang ramah tamah berjam-jam bukanlah kegiatan yang menyenangkan, mungkin semua akan terasa berbeda saat tekanan ini juga tak lagi sama. Tapi aku rasa bila aku terus jutek, cuek, menyebalkan sampai saat itu tiba semua juga tidak akan kembali sama. Oke!

Mungkin aku juga terlalu memandang serius, aku serius? hahah terdengar aneh kalau aku bisa serius. Hmm, memilih menjadi manusia individualis tentu tidak baik, aku menyadarinya juga, hanya saja kau tidak bisa akrab dalam suatu keramaian, dan tidak bisa akrab dalam keramaian yang belum aku terima dan pahami. Aku menyadari satu hal, aku akan konyol, manja, kekanak-kanakkan, selalu bercanda, dan hal-hal sejenis itu hanya pada orang yang sudah aku percaya, dalam hal bagaimana aku mendeskripsikan ini.

Oke lupakan!
Kesimpulan yang didapat saat ini juga adalah menghindar, menjauh.

Maka, maaf untuk semua kesalahan yang pernah terjadi, maaf untuk kesalahan yang sepertinya akan terjadi, semua mungkin akan salah paham, dan aku juga akan salah karena tidak berusaha meluruskan apa yang salah hanya karena merasa bahwa tak ada gunanya semua itu diperbaki, karena kita hanya akan berakhir dengan kata berpisah. Tapi perpisahan secara baik-baik yang akan aku pilih. Pilihan ini aku pilih sekarang hanya satu alasan, perbedaan rasa, perbedaan prinsip, apa kita masih bisa bersama? Kita tentu bukan menjadi musuh yang saling membuang muka dan saling tidak kenal, hanya saja kita tidak akan menjadi sahabat dan saudara kepercayaan yang saling berbagi kisah, keluh kesah dan masalah.

Semua masalah ini aku harap tidak akan membawaku pada pembelokkan hati dan rasa percaya, karena aku masih akan membina diri di setiap kehidupan yang akan aku lalui, sampai tercapinya apa yang aku harapkan.

Sekian terimakasih, Bye!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Poem of Love Blog Design by Ipietoon