Ke(galau)an Sendiri

Hati apakah aku nampak seperti orang yang tidak bisa dipercaya?
Apakah kau ragu akan diriku ini?
Aku menghindar dan berjalan menjauh bukan hanya karena mauku.
Jujur aku takut, hal yang sama akan kembali lagi.
Cukupkah sekali tersakiti?

Hati percayalah aku menyayangimu.
Aku masih akan tetap menerimamu bagaimanapun yang terjadi.
Aku masih akan menyayangimu bagaimanapun masa lalu yang pernah kau lalui.
Aku masih akan tetep sama memelukmu hangat dalam ketulusan kasih.

Aku tahu apapun yang akan terjadi kau tak mungkin kembali sama lagi.
Tapi aku percaya padamu hati
Kau masih mampu menyayangi
Ketulusanmu tak pernah aku pungkiri
Kau yang menjadi semakin dewasa
Perlukah aku bimbing lagi?
Kau yang sekarang seharusnya tahu

Dan aku percaya
Kau yang harusnya paling memahamiku
Bagaimana dahulu kita berjuang
Dari berusaha sampai mendapatkan lalu terjatuh dan kembali bangkit

Aku tak pernah meninggalkanmu sendiri
Aku ada dan masih akan selalu ada bersamamu
Tapi aku memohon
Tolong jangan terlena
Tolong jangan jatuh cinta
Tolong jangan kembali memilih lubang yang sama

Meski kita pasti bisa melaluinya bersama
Tapi aku masih tak sanggup untuk terluka

Cintailah apa yang nyata ada
Buddha Dharma selalu setia
Dalam Sangha persaudaraan kita bersama
Dengan Buddha di dunia ini

Pribadi lain masih begitu meragukan
Bagaimanapun indah nampaknya
Tapi aku masih belum berani
Aku masih ragu mungkin juga pada diriku sendiri

Maafkan aku hati mungkin justru aku yang menghalagi
Maafkan aku tapi aku tetap berpikir ini adalah yang terbaik
Maaf bila kita masih harus mundur lebih lama lagi

Pandangilah, kagumilah
Tersenyum pun bukan masalah
Berdebarlah karena kau masih ada
Tapi jangan maju
Jangan bergerak
Jangan berharap
Jangan memikirkannya lebih jauh lagi

Cukup sampai disini
Berhentilah meski semua masih nampak indah

Apalah ini apalah aku?
20.10.16
(ketidakjelasan saat hati tak tentu arah, pikiran terbang entah kemana sedangkan jiwa terjebak disini)


0 komentar:

Posting Komentar

 
Poem of Love Blog Design by Ipietoon