Jarak Antara Kita Dekat, tapi Tersandung Dinding Pembatas

Sesulit inikah mencintai?
Sesulit inikah untuk bersama?
Sesulit inikah bersama meski dengan orang yang kau sayangi??


Aku yang menjalani
Tapi mengapa begitu banyak kata dari orang lain yang harus aku turuti?

Egois saat aku takut kau pergi
Egois saat aku tak mau rela kau bersama yang lain
Menahan rasa
Menendam rasa ini sendiri

Aku
Mencintaimu

Haruskah ini menjauhkan kita?
Mengapakah ini menjadi batasan diantara kita?

Atas dasar apa kita bertemu?
Atas dasar apa kita bersama?
Atas dasar apa kita saling mengungkapkan rasa?

Aku
Mencintaimu

Aku tak akan berhenti menyayangimu
Tapi aku tak sanggup berjanji bila itu cinta
Aku tak mau menyerah akan perjuangan untuk mampu bersamamu
Mungkin kini aku belumlah pantas
Tapi biarkan aku terus bergerak
Biarkan aku menjadi pantas

Aku
Mencintaimu

Apapun yang terjadi nantinya
Aku akan tetap menyayangimu
Percaya dan lihat mataku
Biarkan aku tetap memilikimu dalam hati dan pikiranku

24.11.16
Jarak antara kita dekat, tapi tersandung dinding pembatas.

Dunia Tak Perlu Tahu

Dunia mungkin tak perlu tahu
Tapi aku tak sanggup menahan sendiri

Maaf
Maaf
Maaf

Biar aku yang berjalan menjauh
Bila aku mampu
Agar bukan kamu yang akan tersakiti

Menyayangimu tulus
Bagaimanapun

Percaya saja pada apa yang akan terjadi
Pasti tetap terjadi

Semangat untukmu
Sehat untukmu
Sukses bagimu

Mendukungmu selalu
Sahabat sejati
Kakak tercinta

Biarkan aku menjauh

Maaf
30.10.16

AKU

Apa yang bermula pasti berakhir juga
Bagaimanapun aku berusaha sekuat tenaga untuk terus menggenggam
Apa yang bukan untukku akan terlepas juga
Bagaimanapun hubungan akan berakhir juga
Entah bagaimana perpisahan itu terjadi
Baik berpisah karena Tuhan maupun berpisah karena orang

Bagaimanapun perpisahan dengan yang disukai tak akan pernah biasa saja
Luka itu pasti ada
Berbekas atau tidak tergantung bagiaman luka itu terbentuknya

Aku berusaha untuk memandang tetap kedepan
Menyukaimu haruskah aku katakan?
Aku berusaha untuk menjadi lebih baik lagi
Memantaskan diri ini sendiri

Bila kita memang harusnya bersama
Bagaimanapun kita saling berjauh-jauhan
Tak akan mungkin kita saling melupakan

Crush, Please help me.
26.10.16

I Hate You but I'm Just A Liar

Apa mataku mampu mewakili apa yang aku rasakan?
Maka dapatkah kau melihatnya dari sana?
Sepertinya hatiku mulai merasakan hal yang berbeda
Seakan bukan lagi aku pemiliknya

Berdebar-debar dalam cemas dan harapan
Berdenyut nyeri saat kau ceritakan tentang seseorang nan disana
Tapi aku siapa?
Aku bisa apa?
Aku tak ingin jatuh hati lagi
Salah lagi

Tapi aku juga tak mampu lagi membohongi hati ini
Terlalu jujur
Terlalu polos
Aku mulai memiliki rasa yang tak sama bagimu

Aku tak mau
Aku tak berharap
Biarlah kita tetap berteman
Sebagaimana sekarang

Tapi hatiku tak mau dibohongi
Ia tak mau hanya tetap berteman saja
Tak mau kehilanganmu
Tak mau kau bersama yang lain

Egois
Sedih karena tak mampu mengendalikan rasa ini
Maaf
Ia tak mau aku pungkiri
Keberadaannya adalah menyukaimu

XX
Please!
I hate you
I love you
I hate that I love you
25.10.16

Biarkan Aku Tetap Sama

Aku tak mengerti cinta bahkan setelah berkali-kali merasakannya
Aku tak berharap aku akan terjerat kembali

Bagaimana aku seharusnya memilih?
Pikiranku adalah kamu, setiaku adalah bersamamu
Meski aku bahkan tak pernah tahu apa yang kau lakukan, kegiatan dan semua tentangmu
Haruskan aku tetap menunggu sebuah kesempatan?

Atau haruskan aku melepaskan rasa
Beralih pada yang terlihat
Aku justru tak berani berjalan
Tak berani berharap

Bolehkan aku memilih jalan?
Hatiku bolehkah kau lepaskan?
Aku tak ingin memilih ini, tak ingin mencintai
Biarkan aku padanya tetap sama

Meski aku tak pernah tahu apa adanya dia
Bolehkan aku tetap memilih rasaku padanya?
Biarkan aku tetap sama

XX
Please my crush.
23.10.16

Ke(galau)an Sendiri

Hati apakah aku nampak seperti orang yang tidak bisa dipercaya?
Apakah kau ragu akan diriku ini?
Aku menghindar dan berjalan menjauh bukan hanya karena mauku.
Jujur aku takut, hal yang sama akan kembali lagi.
Cukupkah sekali tersakiti?

Hati percayalah aku menyayangimu.
Aku masih akan tetap menerimamu bagaimanapun yang terjadi.
Aku masih akan menyayangimu bagaimanapun masa lalu yang pernah kau lalui.
Aku masih akan tetep sama memelukmu hangat dalam ketulusan kasih.

Aku tahu apapun yang akan terjadi kau tak mungkin kembali sama lagi.
Tapi aku percaya padamu hati
Kau masih mampu menyayangi
Ketulusanmu tak pernah aku pungkiri
Kau yang menjadi semakin dewasa
Perlukah aku bimbing lagi?
Kau yang sekarang seharusnya tahu

Dan aku percaya
Kau yang harusnya paling memahamiku
Bagaimana dahulu kita berjuang
Dari berusaha sampai mendapatkan lalu terjatuh dan kembali bangkit

Aku tak pernah meninggalkanmu sendiri
Aku ada dan masih akan selalu ada bersamamu
Tapi aku memohon
Tolong jangan terlena
Tolong jangan jatuh cinta
Tolong jangan kembali memilih lubang yang sama

Meski kita pasti bisa melaluinya bersama
Tapi aku masih tak sanggup untuk terluka

Cintailah apa yang nyata ada
Buddha Dharma selalu setia
Dalam Sangha persaudaraan kita bersama
Dengan Buddha di dunia ini

Pribadi lain masih begitu meragukan
Bagaimanapun indah nampaknya
Tapi aku masih belum berani
Aku masih ragu mungkin juga pada diriku sendiri

Maafkan aku hati mungkin justru aku yang menghalagi
Maafkan aku tapi aku tetap berpikir ini adalah yang terbaik
Maaf bila kita masih harus mundur lebih lama lagi

Pandangilah, kagumilah
Tersenyum pun bukan masalah
Berdebarlah karena kau masih ada
Tapi jangan maju
Jangan bergerak
Jangan berharap
Jangan memikirkannya lebih jauh lagi

Cukup sampai disini
Berhentilah meski semua masih nampak indah

Apalah ini apalah aku?
20.10.16
(ketidakjelasan saat hati tak tentu arah, pikiran terbang entah kemana sedangkan jiwa terjebak disini)


Hatimu Mendua (?)

Kepada hati yang pernah terluka,

Wahai hati yang dahulu kalah, haruskah kini kau kembali merana?
Tolong aku ikuti pikiranku
Tolong aku berhentilah memberontak
Tolong aku yang aku pikirkan hanyalah untuk kebaikanmu

Hati, berhentilah menjadi bodoh
Jangan terjerumuh semakin jauh
Kau harus mampu menghentikannya
SEKARANG
Meski semua masih terlihat baik-baik saja
Meski semua masih terasa indahnya

Percayalah aku tak ingin kau terluka
Aku tahu mungkin aku terlalu menjaga
Kagumilah tapi jangan jatuh cinta
Pandangilah tapi jangan menyentuhnya
Bara api itu akan melukaimu begitu parah

Jangan bodoh lagi
Jangan terjatuh lagi
Jangan ..


Crush on you!
Cukup sampai disini
Aku harus membangun benteng yang jauh lebih tinggi lagi

18.10.16


Setia

Aku mungkin harus rela menjadi bodoh
Saat aku memilih untuk tetap setia pada rasa ini
Rasa yang bahkan kau tak tahu bahwa aku miliki

Aku akan mengingatmu saat aku berlari
Haruskan aku terus berlari?
Bahkan dari kenyataan
Atau haruskan aku terus berlari mengejar posisi disampingmu nanti

Bagaimana waktu berlalu
Waktu yang kita lewati masing-masing dari diri kita kini
Tak pernah saling tahu
Tak pernah saling menyapa
Tapi aku tetap menyimpan rindu
Dan senyuman bahagia untukmu

Berjuanglah
Aku harap aku tahu
Berjuanglah
Aku harap aku yang berada disampingmu

Mungkin ini akan menjadi salah satu pilihan terbodoh
Dari sekian banyak hal bodoh yang aku lakukan
Berdiam diri melihatmu
Memendam rasa tak menentu

Aku yang tak berani
Dan aku juga yang memilih untuk tetap setia pada sosokmu di hati
Terima kasih telah hadir
Bagaimanapun waktu berlalu
Aku masih tetap memilih setia memandangimu dari jauh

Crush on you
XX
27.09.16

Hatiku mulai pulih (?)

Mampukah kamu mengerti rasanya mencintai?
Mampukah aku memulai setelah dahulu terluka?
Sudahkan aku melupakan?
Masihkan aku menutup diri untuk kembali memulai?

Cinta,
Begitu membingungkan
Cinta,
Tak mampu aku mengontrol apa yang aku rasakan
Dari diriku yang tak mau lagi mencintai tanpa logika

Tapi hatiku yang berkhianat tetap saja berdebar disaat tak tepat
Apakah aku sudah kembali pulih?
Mampukah aku memulai kembali?
Mampukah aku tak menyakitimu yang juga pernah terluka?

Aku yang tak berani berkata apa saat bersamamu
Aku yang sudah merasa bahagia hanya dengan melihatmu
Aku yang sudah merasa puas saat tahu status hubunganmu
Aku yang tersenyum sendiri memandangimu

Aku yang merasa jauh lebih baik tak mendekatimu sebelum aku yang kembali terluka
Tapi aku tetap berusaha mencari tahu tentangmu
Aku yang berusaha mengerti bahwa kau pun pernah merasa begitu menyayangi
Dan merasa begitu tersakiti akan perpisahan yang terjadi
Aku yang bodoh dan tidak berani.
Haruskah aku membenci diriku sendiri atas semua ke-egoisan ini?


Bisakah kita saling memahami setelah semua luka yang telah terjadi?


Salam dari diriku yang selalu berusaha melirik kepadamu disetiap kesempatan yang ada.
For you xx
13.09.16

Hati yang Gelisah

Aku mungkin pernah menyesal karena mencintaimu
Aku pun pernah menyesal mengenal dirimu lebih jauh
Aku menyesal mencintaimu sedalam dahulu
Tapi kini baru kusadari

Aku tak menyesal pernah mencintaimu
Aku tak menyesal pernah bersamamu
Aku tak menyesal pernah menghabiskan waktu untuk cintamu
Meski cinta kita tak berakhir satu
Meski kita tak berakhir dengan bahagia bersama

Tapi kau adalah salah satu bagian dari fondasi hidupku dahulu
Tanpamu tetap bukan diriku yang utuh
Tanpamu tetap bukan aku pada saat ini
Karena pernah menghabiskan waktu denganmu tetaplah kisah bahagia kita
Karena saat bersamamu tetap suatu yang nyata
Karena saat bersamamu tetap aku yang mencinta

Tentang kita yang tak mampu bersama
Maafkanlah kita yang tak mampu berjuang lebih jauh dari ini
Tapi kita tetaplah tak dapat dipisahkan sebagai bagian yang berbeda
Karena kau tetap bagian dari diriku meski dimasa lalu

Berbahagialah sekarang ini
Sukseslah untukmu saat ini
Berjuanglah bagimu saat ini
Karena aku yakin kau bisa

Apapun keputusanmu adalah yang terbaik yang mampu aku percaya
Berjuanglah dan jangan rusak kepercayaan yang ada
Aku masih akan tetap menyayangimu setulus ini asal bukan kau segenit itu

Tapi aku tahu kau pun tak akan tetap sama
Maka satu kata bagimu
BERJUANGLAH

Cintaku mungkin tak lagi sama
Tapi 'Metta' tetaplah akan berarti cinta kasih
Dan mengasihimu tetaplah akan sama
Terimakasih

Untuk kakak kesayangan yang sedang mengejar mimpi
Berjuanglah karena akupun percaya
Berusahalah menjadi yang berguna bagi banyak manusia
23 Juli 2016

Salam,
Air mata dan rindu yang tertahan dalam kekagetan yang tak terungkapkan

Hati Ini

Aku takut berjalan terlalu jauh
Aku takut berputar terlalu lama
Tapi pada akhirnya aku hanya akan kembali ke titik yang sama

Aku pun takut mengakui sebuah rasa
Ini ada
Ini tak ada
Tak seharusnya timbul rasa yang berbeda

Dari persahabatan kita yang tak ada bandingannya

Aku ingin kita tetaplah sama
Akankah takdir mengatakan yang berbeda
Rasa nyaman itu tak seharusnya berubah
Biarlah kita tetap dengan porsi yang sama

Jalinan takdir siapa yang sangka
Jodoh yang dicari siapa yang tahu ada dimana
Mungkin bila aku berjalan terlalu jauh
Berjalan terlalu lama

Hingga akhirnya nanti aku kembali pulang
Ditempat awal titik pertemuan kita
Masih mungkin
Masih ada harapan
Masih bisa
Bahwa jodoh tak ada yang sangka

13.06.16
Sahabat menjadi cinta (?)
Aku harap kita tak berubah

Tentang Rasa

Itukah dirimu?

Haruskah aku katakan bila aku sedang merindu?
Haruskah aku sampaikan bila aku menunggu?
Haruskah aku ungkapkan bila aku ingin bertemu?

Tawamu, senyummu
Kehangatan yang kau pancarkan
Gema suaramu

Mungkinkah bila suatu saat nanti aku berada disampingmu?
Menjadi orang terdekat dihatimu?
Bolehkah?

Apa masih pantas bila berharap pada rasa?
Apa masih bisa dipercaya?

Aku pernah menyayangi setulus itu
Aku pernah mencintai sedalam dahulu
Aku pernah ingin bersatu tanpa berpikir tentang siapa dirimu

Yang aku tahu adalah aku mencintaimu

Mencintaimu
Sedalam itu

Dan karenanya pula rasa sakit saat tak mampu bersatu denganmu juga sedalam itu
Aku tak tahu
Ada rasa tak yakin yang tinggi mengenai kekuatan cinta
Ada rasa tak percaya bahwa semua akan baik-baik saja

Tapi..

Bukan cinta yang salah
Aku percaya hati yang tulus tak akan meminta
Hati yang tak berharap seharusnya tak kecewa

Bukan cinta yang salah
Aku percaya, dan masih akan terus berusaha untuk percaya
Bahwa masih ada rasa menyayangi yang mampu aku berikan

Dan karena aku percaya
Aku pun yakin untuk berusaha
Berusaha semakin dekat denganmu
Dengan segala upaya
Dengan segala doa
Dengan ketulusan hati

Tersenyumlah karena kau begitu indah
Tertawalah
Kau membuatku jatuh cinta

for NOW xx who I love
19.04.2016

Rasa yang Menghangatkan

Aku tak tahu harus mulai dari mana,
Aku bahkan tak tahu dari mana rasa ini bermula,
Aku juga tak yakin apa aku bisa mengulang rasa yang sama

Semua berubah, tentu semua berbeda
Aku yang pernah terluka dan berusaha bangkit daripadanya
Apakah aku masih sama? Masih menyimpan luka yang sama?
Aku menyadari suatu perkembangan besar dapat kembali dari sebuah kematian
Bangkit kembali dari fase yang dapat aku katakan sebagai 'mati rasa'

Rasa yang kembali ini meski untuk orang yang tak sama selalu terasa sama
Selalu terasa hangat dan menyenangkan
Mendebarkan

Tapi sungguh aku tak berani mengatakan bahwa aku jatuh cinta
Atau aku suka
Atau aku ada rasa
Disaat aku kembali mengingat akan sebuah luka yang dapat terpikirkan hanyalah
Apakah semua akan kembali melalui proses yang sama?

Aku tahu bahwa tak ada hubungan yang sempurna
Tak mungkin tanpa luka
Tapi bila hanya untuk berakhir pula
Aku hanya merasa aku tak sanggup bila harus kembali lagi terluka
Lalu memulai penyembuhan diri dari awal kembali
Terlalu letih dan lelah untuk terus mengulang kisah yang tak sama
Tetapi berakhir tak berbeda

Haruskah aku memulainya?
Dapatkah aku berhenti disaat semua masih terasa indah?
Aku harap ini tidak membuatku sesakit dahulu

Aku tak pernah membenci cinta,
Aku tak pernah menyalahkan rasa atas luka yang lama
Bagiku kasih itu selalu ada
Sayang itu nyata
Dan semua itu tak sama dengan luka yang tercipta
Dua rasa yang berada dalam satu kisah

Tapi sayang tetaplah sayang
Dan luka tetaplah luka
Rasa sayang yang dibalas luka tak menjadikan sayang adalah luka
Rasa luka yang menjadi sayang tak menjadikan luka sebagai sayang

Perasaan hangatnya dikasihi masih tetap sama dan tak berubah
Dan rasanya menangis pilu dalam luka yang tak mampu berdiam diri tetaplah sama
Terasa perih dan menyayat hati

Aku mungkin takut untuk kecewa lalu kembali terluka
Tapi rasa hangat dari menyayangi seseorang pun tak bisa aku abaikan
Maafkan aku hati yang pernah terluka
'Mati rasa' dan mengalami pilu yang mendalam
Hati yang selama ini selalu bersamaku berusaha sembuh dari kecewa
Maukah kamu kembali membuka diri dan melihat dunia?
Maukah kamu kembali mencoba menyayangi kembali?

Yakinlah saat kau terluka
Masih akan ada aku yang setia menemanimu menangis bersama

-Hati yang Ragu-
11 Februari 2016

Berharga??

Hidup di dunia tentu untuk bahagia
Tapi, hidup di dunia adalah derita

Bahagia atau tidak dari mana datangnya?
Bahagia atau tidak bagaimana mengetahuinya?

Bahagia atau tidak hanya kita yang tentukan
Bahagia atau tidak hanya diri sendiri yang bisa pastikan

Tidak ada derita yang berlangsung selamanya
Tidak ada bahagia yang berlangsung selamanya
Dunia bagaimanapun juga kita berdiam diri akan tetap berjalan
Waktu bagaimanapun tidak kita gunakan akan tetap habis

Bahagia saat mendapatkan apa yang kita harapkan
Bahagia saat bersama yang kita cintai, yang kita sayangi
Berapa lamakah dapat bertahan

Hati manusia bagaikan kapal di tengah badai
Selalu terombang-ambing dan terus bergerak

Hati manusia bagaikan kapal di tengah badai
Bila tak ada tujuan kemanakah akan diarahkannya
Bila tak ada nakhodah bagaimanakan mengarahkannya

Seseorang berkata, "Kalah menang di dunia tidak membuat kita ke surga atau ke neraka, mengapa harus memaksakan kehendak?"
Setiap insan manusia memiliki hak atas kehidupannya,
Setiap insan manusia memiliki hak atas apa yang ia harapkan
Tapi memaksakan diri apalagi bila hal itu berhubungan dengan orang lain hanya akan membawa derita

Diri ini mampu lakukan apa maka lakukanlah
Diri ini tidak mampu melakukan apa maka belajarlah
Diri ini tidak mampu melakukan apa maka jangan memaksakannya pada orang lain

Ubah apa yang tidak dapat kau terima, dan terimalah apa yang tidak dapat kau ubah.

Hidup itu hanya selama tarikan napas, bila napas ini sudah tak lagi berhembus maka berakhirlah sudah
Sepanjang apa tarikan napas itu?
Siapa yang tahu bahwa setelah ini kita masih bisa menarik napas lagi?
Hidup saat sekarang, menikmati apa yang ada, berusaha melakukan yang terbaik dan selalu senantiasa bersyukur atas apa yang ada.

Terimakasih guru atas sebuah kata
Ah, tidak tidak, atas banyak sekali kata, aku sadar aku tahu tapi aku belum dapat

Try to Communicate with You in Other Dimension

Bukan dalam artian dimensi lain yang gaib, hanya saja mungkin dengan bagian dalam dirimu sendiri baik yang sesungguhnya kau ketahui maupun yang belum kau ketahui.

Ada sebuah kejujuran yang berusaha aku tutupi, atau setidaknya aku sangkal. Seperti menjadi pribadi yang tidak peduli, aku melakukannya dengan baik. Sungguh, aku pasti terlihat sangat tidak (lagi) peduli pada apa yang dahulu aku lakukan.
Tapi, bila itu adalah aku sendiri yang mengetahuinya, aku sendiri yang memikirkannya. Sesungguhnya merasa tidak bisa meninggalkan semua itu begitu saja.
Oke, keadaan dan lingkungan menjadi amat sangat tidak menyenangkan untuk berada diantaranya. Tapi apa yang nyaman tetaplah nyaman, apa yang sama tetaplah sama, dan apa yang berbeda tetaplah berbeda.

Ada yang mengatakan, jangan samakan apa yang sesungguhnya berbeda dan jangan bedakan apa yang sesungguhnya sama. Entahlah, aku tidak kabur begitu saja dari semua hal dan melepas segalanya. Walau sesungguhnya, selalu terbesit untuk meninggalkan semua dan memulai dari awal. Tapi apa yang nyaman tetaplah nyaman, aku tidak bisa membohongi setidaknya dasar hatiku sendiri, semua perasaan yang menyenangkan tetaplah menyenangkan.

Mungkin tidak seharusnya saya membuang semua hanya karena segelintir lingkungan yang membuat sebuah perubahan.

Stop Being A Child and Destroy Everything You Don't Like

And I try! Seriously!

Yahh, aku tidak mencoba menjadi sempurna, aku hanya mencoba untuk bisa menjadi lebih baik.
Aku menyadari aku selalu menghindar saat ada kesulitan atau masalah dalam suatu hal. Aku bukan tidak tahu bahwa aku harus menghadapi masalah itu, hanya saja aku kadang tidak mengerti masalah mana yang aku harus hadapi dan masalah mana yang sebaiknya aku abaikan.

Seperti menjadi seorang pecundang yang menghindari masalah yang muncul mungkin?
Sungguh dalam alam sadar ini aku tidak bermaksud menghindarinya, hanya saja perasaan ini membawaku menjauhinya. Bukan inginku untuk menghindar, tapi aku tak tahu jalan yang sebaiknya aku pilih. Membiarkan atau tetap bertahan dan berjuang.

Tidak ada proses yang sia-sia, mungkin hasilnya akan buruk atau tidak sesuai harapan kita, tapi apapun itu yang diproses pasti akan tetap menghasilkan.
Seperti salah satu quotes yang mengatakan "Untuk apa hadir bila pergi lagi"
Bagiku bukan untuk apa hadir, ia pasti membawa kita untuk mengenal sesuatu, baik itu hal yang menyenangkan, atau mengajari kita mengenai kehidupan dan pengalaman.
Tidak ada manusia yang terlahir sempurna, begitu pula tak ada manusia yang terlahir tak berguna.
Ia yang hadir dalam kehidupanmu mungkin silih berganti, datang lalu pergi. Menyenangkan maupun tidak menyenangkan, menemani sampai akhir ataupun setengah jalan.

Tapi bagaimanapun itu, bagaimanapun kau menjalaninya, bagaimanapun kau bertemu dan kembali berpisah, tidak ada yang sia-sia. Semua datang padamu sesuai pada waktunya. Mungkin kau belum melihatnya, belum melihat bagaimana baiknya, karena kau masih sejajar dengan semua masalah tersebut, tapi saat kau sudah melewati semuanya dan meningkat pada level yang lebih tinggi, cara pandangmu pasti berubah, apa yang datang dan pergi lalu tergantikan ataupun tidak tergantikan, semuanya tersusun dengan apik.

Jalani hidup ini, walau kadang aku pun masih ragu antara harus bertahan atau pergi menjauh dan meninggalkan, tapi semua perlu proses pada diriku sendiri, mungkin apa yang bisa aku katakan adalah HADAPI. Entah, aku pun masih ragu atas pernyataan ini, karena sesungguhnya ada masalah yang tidak perlu kita pikirkan, hanya biarkan berlalu begitu saja (menurut saya).

Walau apa yang berlalu pada akhirnya juga akan berlalu, aku rasa menghadapinya bukanlah pilihan yang buruk. Sekarang hanya bagaimana cara kamu menghadapi semua itu.
 
Poem of Love Blog Design by Ipietoon