Hidup di dunia tentu untuk bahagia
Tapi, hidup di dunia adalah derita
Bahagia atau tidak dari mana datangnya?
Bahagia atau tidak bagaimana mengetahuinya?
Bahagia atau tidak hanya kita yang tentukan
Bahagia atau tidak hanya diri sendiri yang bisa pastikan
Tidak ada derita yang berlangsung selamanya
Tidak ada bahagia yang berlangsung selamanya
Dunia bagaimanapun juga kita berdiam diri akan tetap berjalan
Waktu bagaimanapun tidak kita gunakan akan tetap habis
Bahagia saat mendapatkan apa yang kita harapkan
Bahagia saat bersama yang kita cintai, yang kita sayangi
Berapa lamakah dapat bertahan
Hati manusia bagaikan kapal di tengah badai
Selalu terombang-ambing dan terus bergerak
Hati manusia bagaikan kapal di tengah badai
Bila tak ada tujuan kemanakah akan diarahkannya
Bila tak ada nakhodah bagaimanakan mengarahkannya
Seseorang berkata, "Kalah menang di dunia tidak membuat kita ke surga atau ke neraka, mengapa harus memaksakan kehendak?"
Setiap insan manusia memiliki hak atas kehidupannya,
Setiap insan manusia memiliki hak atas apa yang ia harapkan
Tapi memaksakan diri apalagi bila hal itu berhubungan dengan orang lain hanya akan membawa derita
Diri ini mampu lakukan apa maka lakukanlah
Diri ini tidak mampu melakukan apa maka belajarlah
Diri ini tidak mampu melakukan apa maka jangan memaksakannya pada orang lain
Ubah apa yang tidak dapat kau terima, dan terimalah apa yang tidak dapat kau ubah.
Hidup itu hanya selama tarikan napas, bila napas ini sudah tak lagi berhembus maka berakhirlah sudah
Sepanjang apa tarikan napas itu?
Siapa yang tahu bahwa setelah ini kita masih bisa menarik napas lagi?
Hidup saat sekarang, menikmati apa yang ada, berusaha melakukan yang terbaik dan selalu senantiasa bersyukur atas apa yang ada.
Terimakasih guru atas sebuah kata
Ah, tidak tidak, atas banyak sekali kata, aku sadar aku tahu tapi aku belum dapat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar