Salah..
Aku merasa aku salah bila terus seperti ini menekan semua rasa yang ada entah itu bahagia, sedih, kecewa atuapun marah.
Tertawa dengan tidak tulus
Tangis yang selalu ditahan
Dan berpura-pura biasa saja atas apa yang dirasakan
Aku marah, aku sedih, aku kecewa
Ingin mengungkapkan semua yang ada, kenapa harus selalu dipendam, kenapa harus tampak sempurna kuat dan tegar? Aku tak sekuat itu, aku terluka, aku sakit hati, aku ingin menangis dan mengakhiri semua.
Kenapa semuanya selalu aku tahan selama ini, kenapa tidak boleh terlihat kecewa, kenapa tidak boleh mengungkapan kemarahan yang ada, kenapa harus memikirkan apa yang orang lain akan rasakan atau pikirkan bila kita bertindak seperti apa?
Aku menyadari aku lemah, aku salah tapi aku selalu saja berusaha tampak bahwa semua baik-baik saja, selalu saja berkata tak ada apa-apa. Kenapa harus menutupi semuanya?
Karena sejujurnya aku tak sekuat itu, aku tak sedewasa itu aku lemah dan kekanak-kanakan. Aku ingin bisa menangis aku ingin bisa marah aku ingin bisa menolak dan berteriak lantang. Tak ingin lagi memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diriku.
Hanya dapat terpikirkan satu cara bahwa aku harus pergi jauh dari semua, tak berada di dekat mereka artinya aku tak akan menyakiti siapapun bukan? Apakah ini kabur dan menghindar?
"Karena sesungguhnya ini hanya kebohongan belaka, hanya satu orang yang paling tak ingin kau sakiti yaitu dirimu sendiri, dan kamu selalu lari dari semua hal yang menurutmu menyakitkan. Kenapa harus merasa bahwa semua itu menyakitimu? Kenapa melekatkan bahagiamu disana? Tak ada yang menyakitkan bila kau tak mengizinkan hal itu menyakiti dirimu."
Aku bukan orang baik yang selalu mengalah, bukan hal seperti itu adanya. Aku hanya terlalu naif untuk mengutarakan apa yang sesungguhnya aku rasakan.
Sekarang dalam pilihan untuk menjauhi semua yang ada dan membangun jarak dengan semua aku hanya berpikir aku harus membangun benteng di sekeliling diriku dan menjadi penyendiri. Mungkin rasanya akan sepi apakah semua akan jadi lebih baik?
"Siapa yang akan dirugikan disini? Hanya dirimu sendiri, selalu menghindari apa yang tak kau suka, tapi karena dunia ini bulat semua hanya akan kembali kepadamu lagi nantinya, semakin tinggi, semakin bertumpuk-tumpuk karena tak pernah kau selesaikan."
Adakah cara lain untuk semua masalah ini?
Selalu menghindar, entah apa yang aku pikirkan aku selalu menghindari semua orang yang membawa rasa sakit hati dan kecewa tetapi juga akan kembali lagi kepada perasaan yang sama dengan objek yang lainnya. Bagaimana cara mengakhri semua rasa dalam kehidupan ini?
Apa aku memiliki keberanian untuk mengakhirinya sampai disini? Mungkin akan ada yang tak menyangka, akan ada yang sedih dan kecewa. Egoiskah diri ini?
Saat menghindar tak akan menyelesaikan masalah apapun juga, tetapi dengan menghindar aku bisa kembali bernapas dengan normal dan berusaha bahwa semua baik-baik saja. Meski artinya hanya kembali menjadi pribadi yang bertopeng.
Pantas kehidupan ini terasa begitu melelahkan bagiku karena aku selalu berpura-pura setiap saat.
"Sudah seharusnya kau memantapkan diri bahwa tak ada yang pasti yang dapat kau miliki, semua bahagia adalah sesaat, semua sedih adalah sesaat, dan semua hubungan adalah tak pasti. Bukan semua menjadi tak berarti, bukan semua menjadi tak bernilai karena semua hanya akan berlalu, hanya nikmati setiap momen yang ada saat ini, karena kita hidup disaat ini disaat sekarang, bukan dimasa lalu yang selalu kau kenang, atau dimasa depan yang selalu kau bayangkan. Semua yang terjadi memang pasti akan berlalu, kau hanya harus menjalani semua yang ada dihadapanmu saat ini dengan sepenuh hati mencurahkan seluruh diri dan perhatianmu, menikmati semua rasa kebersamaan yang ada saat ini dan menghargai siapapun sosok yang mendukungmu saat ini. Sebelum semua itu berlalu tanpa kau sadari dan kau hanya akan bersedih ria dengan semua penyesalan karena telah menyia-nyiakan apa yang telah berlalu, dan lagi-lagi kembali tak fokus pada kehidupanmu saat ini karena terlalu meratapi apa yang telah terlewat."
"Semua kenangan adalah berharga, bukan artinya semua berlalu dan kau tak boleh mengingat semua masa indah bersama. Hanya saja semua ada porsinya, kehidupanmu masih terus berlanjut, bagaimana masa depan akan terjadi adalah kewajibanmu untuk memastikannya berjalan dengan baik. Memikirkan masa depan dan arah tujuanmu adalah baik adanya tetapi semua bukan dijadikan bayangan dan khayalan masa depan yang tak ada habisnya. Karena kehidupan adalah nyata tak bisa kita hidup hanya dengan bayangan saja, tak bisa kita kenyang hanya dengan berpikir kita telah makan dan kehidupan itu adalah saat SEKARANG."
"Hargailah, menangislah saat kau ingin menangis, tertawalah saat kau memang bahagia. Jangan tahan apa yang kau rasakan, tetapi pikirkan bagaimana cara kamu menyampaikannya, bukan dengan sengaja menyakiti orang lain, tetapi juga bukan kewajibanmu untuk selalu menjaga perasaan orang lain. Katakan bila kau kecewa, bila kau sakit hati, tetapi perhatikan caramu menyampaikannya."
"Hiduplah saat sekarang, menangis disaat sedih, tak akan ada orang yang mengaggapmu lemah, dan biarpun semua orang mengaggapmu lemah, masih ada aku disini yang mengetahui sejauh mana kamu telah berusaha menahan air matamu itu, sekeras apa kau telah berusaha dan aku tahu kau menangis bukan untuk dikasihani, bukan untuk menjadi lemah tetapi karena semua beban itu sudah tak mampu lagi kau tahan sendiri, perjalanan sejauh ini tentu perlu istirahat bukan?"
"Meski tak ada lagi siapa pun yang tak mampu kamu percaya, tak ada siapapun yang dapat menjadi tempat untuk kau bercerita dan menuntunmu kembali kuat dalam jalan kehidupan ini, masih akan ada diriku disini. Kau tak pernah sendiri, aku selalu ada bersamamu, melihatmu setiap hari, meski kau terkadang tak mau mendengarkanku, tak menggubris kehadiran dan eksistensiku, tetapi aku tak akan pernah meninggalkanmu sendiri kembali berjalan didalam kegelapan itu sendirian lagi. Tak akan kubiarkan kau menyerah pada kehidupanmu sendiri, mengakhirinya sekarang sama dengan menghindari masalah yang seharusnya kau hadapi, semua hanya akan kembali lagi kepadamu untuk kau selesaikan karena karmamu belum berakhir. JALANILAH! Yakinlah kau tak sendirian, rasa sepi yang membunuhmu itu hanya karena kau tak mau melihat kedalam dirimu sendiri, selami dirimu lebih jauh lagi dan akan kau temukan diriku yang sejati."
Tersenyumlah, kuatlah karena kesedihan inipun pasti akan berlalu.
Surat menyurat dengan hakiki batinmu sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar